Mengapa Makanan Organik Mahal Harganya?

0cover4Makanan organik hampir selalu lebih mahal daripada makanan nonorganik. Harganya bisa lebih tinggi 20-100%. Padahal, dalam pemeliharaannya, makanan organik tidak membutuhkan biaya zat kimia, pestisida sintetis, maupun antibiotik. Apa saja yang jadi penyebabnya?

Makanan organik digemari oleh para pecinta makanan alami maupun mereka yang peduli pada kesehatan. Pasalnya, dengan mengonsumsi makanan organik, Anda hanya mendapat nutrisinya tanpa ikut menelan bahan-bahan kimia. Namun untuk mendapatkan hasil murni tersebut diperlukan usaha yang tak gampang. Inilah alasan produk organik lebih mahal, seperti dilansir The Daily Meal (02/03/12):

1. Lebih banyak tenaga kerja

Petani konvensional menggunakan zat kimia dan pestisida sintetis agar lebih efisien dan pekerjaan lebih cepat selesai, sehingga bisa menekan biaya produksi. Jika tidak, mereka harus merekrut pekerja untuk menyiangi rumput-rumput liar, membersihkan air yang tercemar, dan memulihkan tanaman dari kontaminasi pestisida.

2. Permintaan lebih tinggi daripada penawaran

Di Amerika Serikat, 5142309_2permintaan8% warganya mengaku memilih makanan organik daripada nonorganik. Angka penjualan ritelnyapun naik dari $3,6 miliar di 1997 menjadi $21,1 miliar di tahun 2008. Meski demikian, lahan pertanian organik hanya seluas 0,9% total lahan pertanian di dunia.

Belum lagi jumlah produksi produk organik yang lebih sedikit daripada pertanian konvensional. Pasalnya, pertanian konvensional memiliki lahan dan banyak persediaan untuk menjaga harganya tetap rendah.

3. Biaya pupuk mahal

Petani ko142337_3pupuknvensional menggunakan endapan limbah dan pupuk kimiawi untuk membuat tanamannya subur. Biayanya rendah, ongkos transportasinya juga murah. Namun petani organik tidak menggunakannya untuk menjaga tanaman mereka tetap alami. Mereka menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang yang ongkos transportasinya lebih mahal.

4. Rotasi tanaman

Usai memanen satu 142400_4rotasijenis tanaman, petani organik biasanya menanam tanaman lain di area tersebut. Hal ini bertujuan agar tanah mendapat nitrogen, menghindari patogen dan hama, serta memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. Berbeda dengan petani konvensional yang terus menerus menanam tanaman yang sama di tempat tersebut agar produksinya banyak.

5. Ongkos transportasi mahal

142430_5transportasiPertanian organik biasanya terletak di lahan yang jauh dari kota besar, sehingga ongkos angkutnya mahal. Belum lagi kuantitasnya sedikit dan tak boleh dicampur dengan makanan nonorganik. Ongkos transportasi makanan nonorganik bisa lebih murah karena pengirimannya dalam jumlah besar.

6. Sertifikasi organik

153153_6sertifikasiDi Amerika Serikat, memperoleh sertifikasi organik dari United States Department of Agriculture (USDA) bukanlah pekerjaan yang mudah maupun murah. Selain operasi pertanian biasa, fasilitas pertanian dan metode produksinya harus memenuhi standar tertentu. Bahkan terkadang membutuhkan perubahan fasilitas.

Karyawannya harus membuat catatan harian dan harus siap jika terjadi inspeksi mendadak. Selain itu, juga ada biaya sertifikasi atau inspeksi tahunan, yakni mulai dari $400-$2.000 (sekitar Rp 3,858-19,29 juta) setahun. Biaya ini tergantung dari badan penyelenggaranya dan tergantung dari besar usahanya.

7. Biaya kerugian tinggi

153219_7rugiUntuk mengurangi kerugian, petani konvensional menggunakan zat kimia tertentu. Contohnya, pestisida sintetis untuk mengusir hama dan antibiotik untuk kesehatan hewan ternak. Namun, karena petani organik tidak menggunakan bahan kimia ini, kerugiannya menjadi besar. Dampaknyapun terasa pada konsumen. Selain itu, waktu simpan makanan organik juga jadi lebih singkat.

8. Standar hewan ternak tinggi

Peternak organik memiliki standar kesejahteraan hewan yang lebih tinggi. Pakan organiknya saja bisa berharga dua kali lipat lebih mahal daripada makanan biasa.

9. Tanaman organik tumbuh lebih lama

153316_9tumbuhlamaPertanian organik tak hanya lebih kecil daripada yang konvensional. Rata-rata tanamannya juga tumbuh lebih lambat karena tak menggunakan hormon pertumbuhan kimiawi.

10. Subsidi

Pemerintah yang berorientasi pada produksi memberi subsidi untuk mengurangi biaya panen secara keseluruhan. Di Amerika Serikat pada 2008, misalnya, subsidi pertanian sebesar $7,5 miliar, sementara untuk tanaman organik dan lokal hanya $15 juta.

Sumber: detikFood

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s